https://talenta.usu.ac.id/sajjana/issue/feed SAJJANA: Public Administration Review 2023-12-13T18:13:14+07:00 Dr. R. Sally Marisa Sihombing S.I.P., M.Si. sallymarisa@usu.ac.id Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">Sajjana is a journal that accommodates all activities in the content of public administration, namely public policy, public service management, public sector institutions and public management.</p> <p style="text-align: justify;">This journal emerged from the necessity of providing space and forum in encouraging dialogue on the emerging complexities of the intertwined public administration issues, public policies, public service, and activity institution public in diverse countries, especially in Asia and the Pacific. The Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Sumatera Utara is the organizer of Sajjana which Talenta Press and USU Press will publish. Sajjana aims to target scholars and practitioners on public policy, public administration, and the public sector.</p> https://talenta.usu.ac.id/sajjana/article/view/14752 Yohana Monika Br Tarigan 2023-12-13T17:50:03+07:00 sajjana@usu.ac.id FISIP USU sajjana@usu.ac.id <p>Pendidikan adalah serangkaian upaya dalam mencerdaskan generasi bangsa agar dapar menjalani kehidupan secara mandiri dan bertanggung jawab. Adapun pendidikan memiliki peranan krusial dalam pembangunan dan pencapaian tujuan negara. Maka dari itu, pembaharuan sistem pendidikan melalui kebijakan kurikulum harus dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan kebutuhan peserta didik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara serta observasi langsung. Hasil yang didapatkan adalah adanya problematika dalam penerapan kebijakan Kurikulum Merdeka seperti kompetensi Sumber Daya Manusia, fasilitas sarana dan prasarana hingga faktor sosial dan ekonomi.</p> 2023-12-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 SAJJANA: Public Administration Review https://talenta.usu.ac.id/sajjana/article/view/14749 Atikah Suri Hasibuan 2023-12-13T17:36:30+07:00 sajjana@usu.ac.id FISIP USU sajjana@usu.ac.id <p style="text-align: justify; margin: 0cm 1.8pt .0001pt 0cm;"><span lang="EN-ID" style="font-size: 10.0pt; color: black;">Evaluasi pendidikan dapat dilakukan terhadap peserta didik, lembaga pendidikan, dan program pendidikan melalui jalur formal dan informal pada semua jenjang, satuan, dan jenis pendidikan. Terdapat dua kompetensi mendasar yang diukur AKM, yaitu literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Untuk peserta didik, kepentingan literasi angka harus diajarkan sejak dini hingga masuk ke kelas rendah, karena literasi angka terdiri dari beberapa aspek, yaitu menghitung, hubungan angka, dan operasi matematika. Menghitung adalah kemampuan untuk memperkirakan objek secara lisan dan kemampuan untuk mengidentifikasi jumlah dari sekelompok objek. Sementara itu, hubungan angka berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan jumlah objek. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) berfokus pada penguasaan kompetensi literasi dan numerasi yang akan diukur. Dengan demikian, pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) diharapkan dapat meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa di sekolah.</span></p> 2023-12-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 SAJJANA: Public Administration Review https://talenta.usu.ac.id/sajjana/article/view/14753 Maharani Kirana, Afifah Khairunnisa, Faeqal Hafidh Muhammad Asfian, Fajar Pramudya 2023-12-13T18:02:32+07:00 <p>Produksi sampah yang semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah warga kampus beserta konsumsinya. Pengelolaan sampah yang kurang baik berdampak pada permasalahan lingkungan kampus. Untuk dapat mengatasi permasalahan lingkungan kampus akibat sampah diantaranya dengan mengelola sampah dengan baik dan benar. Sampah organik dan anorganik keduanya dapat dimanfaatkan atau di daur ulang dengan memisahkan sesuai tempatnya terlebih dahulu. Meskipun sudah tersedianya tempat sampah sesuai dengan jenisnya, masih ada mahasiswa ataupun warga kampus lainnya yang membuang sampah tidak sesuai dengan jenisnya. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibutuhkan tempat sampah otomatis pemilah sampah organik, anorganik dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Tempat sampah pintar adalah tempat sampah yang memiliki fitur pemilah sampah organik dan anorganik, serta limbah berbahaya menggunakan mikrokontroler yang terdiri dari dua sensor motorik, dimana sensor itu digunakan untuk memilah sampah yaitu sampah organik, anorganik dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Disertai sensor load cell yang digunakan untuk mengukur berat sampah, dimana nantinya akan otomatis melakukan suatu proses penghancuran atau pencacahan tanpa memerlukan sumber daya manusia. Serta terdapat indikator <em>LED</em> untuk memberitahu apabila sampah organik, anorganik dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) sudah penuh.</p> <p>&nbsp;</p> 2023-12-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 SAJJANA: Public Administration Review https://talenta.usu.ac.id/sajjana/article/view/14750 Andree Axel Augusta Kembaren 2023-12-13T17:45:13+07:00 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan program yang dilaksanakan untuk meningkatkan literasi dan numerasi siswa di SMP Swasta Nurul Hasanah. Pada saat yang sama, aplikasi harus disajikan sedemikian rupa sehingga dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan hasil pelaksanaan program peningkatan literasi dan numerasi siswa. Data diperoleh dalam proses observasi dan observasi. Berdasarkan temuan penelitian, diketahui pentingnya penguasaan keterampilan literasi dan numerasi sejak dini juga lanjutan di tingkat menengah pertama agar lebih mudah memahami bidang ilmu lain dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Program yang efektif diterapkan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa adalah program peningkatan literasi berupa Penerapan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, Pembuatan Pojok Baca, Literasi 15 manit sebelum proses belajar mengajar, Revitalisasi mading, CUTI (Curahan Hati) = Penulisan kata kata motivasi atau kata kata yang membangun, KOPI (kotak aspirasi) dan Pohon ilmu literasi dan juga peningkatan numerasi berupa Pembuatan Bagan Numerasi, dan Pohon ilmu Numerasi<em>. </em></p> 2023-12-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 SAJJANA: Public Administration Review https://talenta.usu.ac.id/sajjana/article/view/14754 Ella Sasmita 2023-12-13T18:13:14+07:00 sajjana@usu.ac.id FISIP USU sajjana@usu.ac.id <p>Pembelajaran terkait dengan pemahaman peserta didik di sekolah mengenai literasi dan numerasi juga masih sangat minim dilakukan di banyak sekolah. Bahkan, penerapan tersebut juga jarang dilakukan oleh tenaga pendidik mengingat bahwasannya pentingnya menerapkan pengetahuan dan pembelajaran literasi dan numerasi di sekolah. Padahal cukup penting untuk menerapkan literasi dan numerasi di lingkungan sekolah. Kemendikbud RI mengupayakan kebijakan pendidikan dengan membentuk Merdeka Belajar salah satunya adalah Kampus Mengajar. Pelaksanaan Kampus Mengajar di SDS Islam Terpadu Kasih Bunda berjalan dengan baik dengan melakukan sejumlah upaya dalam menerapkan serta meningkatkan kegiatan literasi dan numerasi di sekolah.</p> 2023-12-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 SAJJANA: Public Administration Review https://talenta.usu.ac.id/sajjana/article/view/14744 Bismo Alifah Alfarizi 2023-12-13T13:30:46+07:00 <p>Literasi dan numerasi merupakan hal dasar yang wajib untuk siswa siswi sekolah dasar. Sekolah dasar dipilih sebagai sarana penanaman Literasi dan juga Numerasi karena diharapkan dengan pembiasaan Literasi dan Numerasi sejak dini. Covid 19 membuat ranah Pendidikan meredup beberapa tahun silam. Kampus mengajar dibentuk untuk melakukan peningkatan literasi dan juga numerasi para siswa siswi. Kami menyediakan wadah dan juga melakukan pembelajaran khusus bagi para siswa siswi sekolah dasar untuk peningkatan literasi dan juga numerasi. Literasi dan numerasi merupakan bekal dasar yang wajib dipelajari siswa siswi sekolah dasar untuk bekal di masa depan nanti, seperti menyimak, membaca, menulis, serta berbicara.</p> 2023-12-13T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2023 SAJJANA: Public Administration Review