Upaya Pembuktian Suatu Penyakit atau Trauma pada Kasus Eksumasi

Authors

  • Asan Petrus

Keywords:

Trauma tumpul, eksumasi

Abstract

Abstract. Exumation is the excavation of a grave by removing the buried corpse. The comman case is that the excavation of a dead body is a criminal case, such as a murder that is disguised, weather it is suicide, poisoning, provocate abortioin or malpractice cases. Then in cases of civil cases, such as insurance claims, malpractice, and identification. There are a lot of victims of abuse in general, either because of persecution with a blunt or sharp object and combinations of both served in the service of forensic medicine, in addition to traffic accidens.

In the case of persecution by a blunt object, victims generally can suffer bruising and abrasions as well as wound and fractures in powerful blunt force trauma.
In this paper, the method that I submit is a case report. Reported a exumation case of a boy aged 14 years old, who died on the fifth day after the victims who previously abused by 3 of his classmates. After the victims was buried, there was suspicion from the family that the excavation of the grave was carried out for the inspection of the victims who had not been taken an autopsy. The result of the forensic medical examination, the external and internal examination found that the body had undergone an advanced decay process, which caused the tissue to become lysis. So that what we expect from the element of illness or trauma that is the cause of death of the victim cannot be ascertained.

From the legal aspect in this case there is no element of criminal offense or a suspect. So that it is expected that there is a need for socialization to both the public and investigators in investigating criminal cases which causes casualities to die, should be immediately removed..

Keyword : Blunt trauma, exhumation

 

Abstrak. Eksumasi adalah penggalian kuburan yaitu mengeluarkan kembali mayat yang sudah dimakamkan. Kasus yang umuumnya mengakibatkan penggalian mayat adalah kasus kriminal seperti pembunuhan yang disamarkan, baik itu bunuh diri, keracunan, abortus provokatus maupun kasus kasus malpraktek. Kemudian pada kasus kasus sipil, seperti tuntutan asuransi, malpraktek, maupun identifikasi. Korban trauma umumnya baik oleh karena trauma dengan benda tumpul maupun dengan benda tajam dan kombinasi keduanya merupakan korban yang banyak dilayani dalam pelayanan Kedokteran Forensik, selain kasus kecelakaan lalu lintas yang juga tidak kalah banyaknya.

Pada kasus trauma dengan benda tumpul korban umumnya dapat mengalami memar maupun luka lecet serta luka robek dan patah tulang jika trauma tumpul yang cukup kuat.
Pada tulisan ini metode yang saya sampaikan adalah laporan kasus. Dilaporkan sebuah kasus seorang anak laki-laki berusia 14 tahun, yang meninggal pada hari kelima setelah sebelumnya korban dianiaya oleh tiga orang teman sekelasnya, setelah korban dikubur ada kecurigaan keluarga sehingga dilakukan ekhumasi untuk pemeriksaan korban yang sebelumnya tidak dilakukan autopsi.

Hasil pemeriksaan kedokteran forensik, pada pemeriksaan luar maupun dalam didapati bahwa jenazah telah mengalami proses pembusukan lanjut, yang menyebabkan jaringan menjadi lisis. Dari hasil pemeriksaan kedokteran forensic apa yang kita harapkan adanya unsur penyakit atau trauma yang menjadi penyebab kematian korban tidak dapat dipastikan.

Dari aspek hukum pada kasus ini tidak ada unsur tindak pidana ataupun orang yang menjadi tersangka. Sehingga diharapkan perlunya sosialisasi baik kepada masyarakat maupun penyidik dalam mendalami kasus tindak pidana, yang menyebabkan korban meninggal, Seyogianya dilakukan atoupsi segera.

Kata Kunci : Trauma tumpul, eksumasi

Published

2019-11-20