Hubungan Gejala klinis dengan Hasil Tes Cukit Kulit pada Pasien dengan Rintis Alergi di RSUP H Adam Malik Medan

Authors

  • Ismayani
  • Siti Nursiah
  • Andriana Yunita Mumi Rambe
  • Yusa Herwanto

Keywords:

Rinitis Alergi, Gejala Klinis, Tes Cukit Kulit

Abstract

Abstract

Allergic rhinitis (AR) is an inflammatory-mediated immunoglobulin E with characteristics of nasal obstruction, watery nasal discharge, sneezing and itching, which occurs when exposed to allergens. The clinical symptoms are not only found in AR, but also in other rhinitis. The diagnosis of AR can be performed with skin prict test (SPT). Many subjects with positive SPT results are without allergic symptoms. Otherwise not all subjects with clinical symptoms has a positive SPT. This researh to determine the correlation of clinical symptoms with SPT outcomes in AR patients. A cross sectional study from 41 subject with rhinitis allergic. From 41 cases, the most common gender is (78.00%) the most common  age group is 21-40 years (75.60%). The most common complaint is nasal obstruction (56.10%) and the most common AR classification is mild intermitten (60.97%). 63.4% patients with mild AR according to VAS score. The most symptoms scores is mild (63.4%). The most common allergen is D. Pteronyssimus (26.66%). Correlations clinical symptoms with SPT with Fischer exact test p-value=0.170. Correlation symptom score with SPT with Fischer exact test, p-value=1.86. There is no significant correlations between clinical symptoms and symptom score with skin prict test outcomes.

Keyword: Allergic rhinitis, clininal symptom, skin prict test

Abstrak

Rinitis alergi (RA) merupakan inflamasi yang diperantarai Imunoglobulin E, dengan karakteristik hidung buntu, hidung berair, bersin dan hidung gatal, akibat paparan alergen. Gejala klinis tersebut tidak hanya dijumpai pada RA, tetapi juga pada rinitis lainnya. Diagnosis ditegakkan dengan tes cukit kulit (TCK). Ada banyak subjek dengan TCK positif tanpa gejala RA. Sebaliknya, tidak semua pasien dengan gejala klinis RA memiliki hasil TCK positif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gejala klinis dengan hasil TCK pada pasien dengan RA. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan potong lintang terhadap 41 subyek dengan rhinitis alergi. Dari 41 kasus Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan  (78.00%), kelompok umur terbanyak 21-40 tahun (75.60%). Keluhan terbanyak hidung buntu (56.10%) dan tipe dan derajat RA terbanyak adalah intermiten ringan (60.97%). Dijumpai (63.4%) penderita RA derajat ringan berdasarkan VAS score, dijumpai (63.4%) penderita RA derajat ringan berdasarkan symptom score. Jenis alergen terbanyak adalah D. Fteronyssimus 26.66%. Untuk menilai hubungan gejala klinis dengan hasil TCK digunakan uji Fischer exact, nilai p= 0.170. Untuk menilai hubungan symptom score dengan hasil TCK digunakan uji Fischer exact, nilai p=1.86. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gejala klinis RA dan symptom score dengan hasil TCK.

Kata Kunci: Rinitis Alergi, Gejala Klinis, Tes Cukit Kulit

Published

2019-11-21