Pengaruh Jumlah Bibit dan Sistem Tanam Jajar Legowo yang Dimodifikasi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.) di Kecamatan Medan Tuntungan

The Effect of Seeds Number and Modified Jajar Legowo Planting System to The Growth and Yield for Rice (Oryza sativa L.) in Medan Tuntungan

Authors

  • Stephanie Tambunan Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155, Indonesia
  • Posma Marbun Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155, Indonesia
  • Erwin Harahap Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/ja.v6i3.2401

Keywords:

jajar legowo, number of seeds, rice, jumlah bibit, padi sawah

Abstract

The research was conducted at rice field in Medan Tuntungan which about ± 25 metres above sea
level, begun from March until June 2017 using completly randomized design with two factors, i.e:
the number of seeds (1,2,3) and plant population based on modified jajar legowo planting system
(conventional planting system with population of 48 clumps per plot, jajar legowo planting system
with population of 60 clumps per plot, jajar legowo planting system with population of 114 clumps
per plot, jajar legowo planting system with population of 154 clumps per plot, jajar legowo planting
system with population of 190 clumps per plot). The results showed that 1 seed of clumps with
conventional planting system and high real crop populations increased the number of panicles but
did not significantly increase rice production due to leaf blight desease. The interaction between
number of seeds dan plant population significantly increased growth but did not significantly
increase rice production (Oryza sativa L.).

 

Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Medan Tuntungan dengan ketinggian tempat 25 m di atas permukaan laut, dimulai dari bulan Maret hingga Juni 2017 dengan menggunakan metode rancangan acak lengkap 2 faktor, yaitu jumlah bibit (1 bibit, 2 bibit, 3 bibit) dan populasi tanaman berdasarkan sistem tanam jajar legowo yang dimodifikasi (sistem tanam konvensional dengan populasi 48 rumpun per petak, sistem tanam jajar legowo dengan populasi 60 rumpun per petak, Sistem tanam jajar legowo dengan populasi 114 rumpun per petak, sistem tanam jajar legowo dengan populasi 154 rumpun per petak, sistem tanam jajar legowo dengan populasi 190 rumpun per petak). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 1 bibit per lubang tanam dan sistem tanam konvensional. Semakin tinggi populasi tanaman meningkatkan jumlah malai tetapi tidak meningkatkan produksi padi sawah, akibat tingginya serangan penyakit hawar daun. Interaksi antara faktor jumlah bibit dan populasi tanaman secara nyata meningkatkan pertumbuhan tetapi tidak meningkatkan produksi padi sawah (Oryza sativa L.).

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2018-07-21