Pengaruh Frekuensi Penyiraman terhadap Beberapa Jenis Bibit Unggul Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq.) yang Bermesokarp Tebal di Main Nursery Umur 4 Sampai 7 Bulan

The Influence of Frequency of Watering to Several Types of Seeds of High Oil Palm (Elaeis quineensis Jacq.) that Have Thick Mesocarp in the Main Nursery 4 until 7 Months

  • Roy Marulitua Tampubolon Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Irsal Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
  • Charloq Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia
Keywords: frequency of watering, growth of oil palm seedlings, varieties, Frekuensi penyiraman, pertumbuhan bibit kelapa sawit, varietas

Abstract

Watering is a method that used to fulfill the water needs of oil palm seedlings in the nursery. In watering that must be considered is the quality and amount of water given and the right watering time. The aim of this research was conducted the Influence of frequency of watering to several types of seeds of high oil palm (Elaeis quineensis Jacq.) that thick mesocarp in the Main Nursery 4 until 7 month. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, Universitas Sumatera Utara, Medan (± 32 meters above sea level), which began from September to November 2017. This Research was conducted by using a Factorial Randomized Complete Design with two factors. The first factor is watering consists of in the morning (1 time) and in the morning & evening (2 times), the second factor is varieties of oil palm that thick mesocarp consists of Avros, Simalungun and PPKS 540. The observation parameters is the total leaf area. The results showed that frequency treatment of watering is not significant but the varieties of oil palm that thick mesocarp significanly different Avros to Simalungun and PPKS 540 and interaction both had no significant effect on the growth of oil palm seedlings.

Penyiraman merupakan cara yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bagi bibit kelapa sawit di pembibitan. Dalam melakukan penyiraman yang harus diperhatikan adalah kualitas dan jumlah air yang diberikan serta waktu penyiraman yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiraman terhadap beberapa jenis bibit unggul kelapa sawit (Elaeis guinensis Jacq.) yang bermesokarp tebal di main nursery umur 4 Sampai 7 bulan. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian + 32 meter diatas permukaan laut, yang dimulai pada bulan September hingga November 2017, Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu frekuensi penyiraman terdiri dari pagi hari (1 kali) dan pagi & sore hari (2 kali) faktor kedua yaitu beberapa varietas kelapa sawit bermesokarp tebal terdiri dari Avros, Simalungun dan PPKS 540. Pengamatan parameter adalah total luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan frekuensi penyiraman berpengaruh tidak nyata namun perlakuan varietas kelapa sawit yang bermesokarp tebal berbeda nyata Avros terhadap Simalungun dan PPKS 540 serta interaksi keduanya berpengaruh tidak nyata dalam pertumbuhan bibit kelapa sawit.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-06-27