Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril) Terhadap Perlakuan Cekaman Kekeringan dan Pemberian Antioksidan Asam Salisilat dan Asam Askorbat

Growth and Production Response of Soybean (Glycine max (L.) Merrill). Against Drought Stress Treatment and Provision of antioxidants Salicylic Acid and Ascorbic Acid

Authors

  • Laily Asyura AG Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155, Indonesia.
  • Yaya Hasanah Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155, Indonesia.
  • T. Irmansyah Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, USU, Medan 20155, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.32734/ja.v6i1.2590

Keywords:

antioxidant, drought stress, soybean, antioksidan, cekaman kekeringan, kedelai

Abstract

The decreasing of soybean production fullfill of soybean in Indonesia, one of the main causes is the
decreasing of land farming area. To increase the production of soybean in Indonesia can be reached
by the expansion of planting areas,use potential land. This research conducted in plastic house
Faculty Agriculture, University of Sumatera Utara, Medan, on August to October 2016, using a
factorial raendomized block design with 2 factors. The first factor is drought stress with 3 levels of
consisted 80%; 60% ; and 40% field of capasity and the second factor is application antioxidants
consisted of without antioxidants; Ascorbic Acid (500ppm) and Salicylic Acid (500ppm). The result
research showed that drought stress were significantly effect to leaf area, the number of pods fullness
per plant, dry weight of seeds per plant and dry weight of 100 seeds. Application antioxidants were
significantly effect to chlorophyll a, chlorophyll b, the number of pods fullness per plant, dry weight
of seeds per plant and dry weight of 100 seeds. Interaction of drought stress and application
antioxidant were significantly effect to dry weight of seeds per plant and dry weight of 100 seeds.

Produksi kedelai yang semakin menurun tidak dapat memenuhi kebutuhan kedelai di Indonesia, salah satu penyebab utamanya yaitu semakin sempitnya lahan pertanian. Untuk meningkatkan produksi kedelai di Indonesia dapat ditempuh dengan cara perluasan areal tanam, yaitu dengan memanfaatkan tanah yang berpotensi. Penelitian ini dilaksanakan di rumah plastik Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat +32 meter di atas permukaan laut dari bulan Agustus 2016 sampai November 2016, menggunakan rancangan acak kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah cekaman kekeringan dengan 3 taraf yaitu KL 80% ; KL 60% ; KL 40% dan faktor kedua adalah pemberian antioksidan dengan 3macam yaitu tanpa antioksidan asam salisilat (500ppm) dan asam askorbat (500ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan cekaman kekeringan berpengaruh nyata terhadap total luas daun, polong berisi pertanaman, bobot kering biji pertanaman, dan bobot kering 100 biji. Perlakuan pemberian antioksidan berpengaruh nyata terhadap parameter klorofil a, klorofil b, jumlah polong berisi per tanaman, bobot kering biji per tanaman, dan bobot kering 100 biji. Interaksi perlakuan cekaman kekeringan dan antioksidan berpengaruh nyata terhadap parameter bobot kering biji per tanaman dan bobot kering biji per tanaman.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2018-05-09