PERAN KOMUNIKASI KELUARGA DALAM MENGATASI TECHNOPHOBIA PADA PEREMPUAN (Studi Kualitatif di Kota Medan)

Authors

  • Sabilla Tri Ananda Universitas Sumatera Utata
  • Sofiari Ananda Universitas Sumatera Utara

Keywords:

technophobia, komunikasi keluarga, studi perempuan, Medan

Abstract

Technophobia  adalah  suatu  keadaan   dimana   seseorang   merasakan   kecemasan  dan ketakutakan dalam menggunakan teknologi.  Manusia  menciptakan  teknologi untuk mendukung aktivitas agar lebih efektif dan efisien. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi, mengakses informasi dan memudahkan pekerjaan manusia. Setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kesempatan dan kemampuan terakses dengan teknologi. Untuk dapat terakses dengan teknologi, manusia tidak cukup hanya memiliki peralatan dan biaya, namun diperlukan pengetahuan tentang bagaimana menggunakan teknologi itu sendiri. Seseorang yang mengalami technophobia tentu tidak dapat merasakan manfaat dari perkembangan teknologi dan hal tersebut tentu sangat merugikan. Keluarga, sebagai unit terkecil dari masyarakat, merupakan asal mula sebuah kebiasaan terbentuk. Komunikasi keluarga, sebagai proses penyampaian pesan antar anggota keluarga berperan penting dalam mengatasi anggota keluarga yang mengalami technophobia. Melalui kajian ini, tim peneliti berharap dapat mengetahui, penyebab perempuan mengalami technophobia dan bagaimana peran komunikasi keluarga dalam mengatasi technophobia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif direncanakan dilaksanakan selama satu tahun, dengan wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai metode pengumpulan data. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dimana kriteria informan telah ditetapkan sebelumnya. Adapun luaran dari penelitian ini berupa publikasi pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi dan luaran tambahan pada jurnal ilmiah nasional tidak terakreditasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2022-03-01