MORFOLOGI INFLEKSIONAL DAN DERIVASIONAL PADA BAHASA BALI STANDAR

Authors

  • Ni Luh Sutjiati Beratha Universitas Udayana

Keywords:

Morfologi, Infleksi, Derivasi

Abstract

Bahasa Bali tergolong ke dalam rumpun bahasa Austronesia yang berasal dari Bahasa Bali Kuna kemudian berkembang menjadi bahasa Bali (yang dalam artikel ini disebut Bahasa Bali Standar (BBS), dan merupakan bahasa ibu orang Bali. Artikel ini membahas tentang morfologi infleksional dan derivasional BBS.  Morfologi adalah bidang yang mempelajari pembentukan kata termasuk terciptanya kata-kata baru, dan terbentuknya kata bergantung pada bentuk dasar yang dilekati afiks.  Data untuk BBS diambil dari Kesusastraan Bali yang diterbitkan oleh Balai Penelitian Bahasa.  Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode deskriptif kualitatif, dan teori yang digunakan untuk menganalisis data adalah teori morfologi bracketing paradox yang dikembangkan oleh Leiber (2009), dan Plag (2002). Teori ini digunakan untuk menjelaskan bentuk sistematik pada pembentukan kata berdasarkan makna.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa infleksi dibedakan dari derivasi dalam hal produktivitas. Kaidah morfologi derivasional pada BBS adalah relatif produktif, dan sepenuhnya produktif. Sebaliknya kaidah infleksi hampir selalu sepenuhnya produktif.  Mofologi infleksional memiliki ciri-ciri: tidak pernah mengubah kategori kata, menambah arti gramatikal, penting dalam sintaksis, dan biasanya sepenuhnya produktif.  Sedangkan morfologi derivasional ciri-cirinya adalah dapat mengubah kategori, biasanya menambah makna leksikal, membentuk leksem baru, tidak produktif sampai produktif sepenuhnya, afiks derivasional bisa terjadi dalam bentuk infleksi.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2022-02-07

How to Cite

Beratha, N. L. S. (2022). MORFOLOGI INFLEKSIONAL DAN DERIVASIONAL PADA BAHASA BALI STANDAR. Linguistik, Terjemahan, Sastra (LINGTERSA), 3(1), 1-11. Retrieved from https://talenta.usu.ac.id/lingtersa/article/view/8556

Issue

Section

Articles