Aer Ulak Ritual as a Source of Inspiration for Dance Creation in Aceh Tamiang
DOI:
https://doi.org/10.32734/tmh.v6i1.26816Keywords:
Dance Creation, Source of Inspiration, Aer Ulak TraditionAbstract
Ritual Aer Ulak sebagai sumber inspirasi penciptaan tari: sebuah tradisi masyarakat Aceh Tamiang. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan (1) deskripsi naratif mengenai ritual Aer Ulak dari Aceh Tamiang; dan (2) karya tari kreasi baru yang sumber penciptaannya terinspirasi oleh deskripsi naratif ritual Aer Ulak tersebut. Objek penelitian ini adalah bentuk-bentuk gerak tari, sedangkan subjek penelitiannya adalah pakar tari Aceh Tamiang, Rezky Kurnia Putri. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai pose gerak tari serta kombinasi gerakan yang membentuk rangkaian gerak tari kreasi baru telah berhasil diwujudkan. Pose-pose tari yang telah mengalami distorsi dan abstraksi dari sumber inspirasi, rangkaian gerak dalam karya tari yang dikembangkan, desain kostum, serta desain iringan musik, semuanya selaras dengan karakteristik sumber inspirasinya. Penciptaan tari Aer Ulak terinspirasi oleh tradisi masa lampau yang kini telah punah. Tari Aer Ulak diciptakan oleh Rezky Kurnia Putri pada tahun 2018 dengan mengusung tema tradisional. Istilah Aer Ulak dalam bahasa Tamiang berarti "Air yang Kembali" (*Returning Water*). Tarian ini menggambarkan serangkaian proses dalam tradisi Aer Ulak, yaitu sebuah ritual yang dilakukan masyarakat untuk memperoleh pertanda dari makhluk gaib yang diyakini menghuni Sungai Tamiang, baik berupa tanda akan datangnya bencana maupun kemakmuran bagi desa tersebut.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Tradition and Modernity of Humanity

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




