SUPLEMENTASI MINERAL ESENSIAL DALAM RANSUM TERHADAP LAMA KEBUNTINGAN, MORTALITAS SELAMA MENYUSUI DAN BOBOT SAPIH PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus)

Suplementation of Essential Minerals on Feeds to Long Gestation, Mortality During Weaning and Weight Gain Post Weaning of Rabbit (Orygtolagus cuniculus)

Authors

  • Kennie Cendekia Desnamrina Program Studi Peternakan-Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Ristika Handarini Program Studi Peternakan-Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Indonesia
  • Zulfikar Siregar Program Studi Peternakan-Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/jpi.v1i2.2663

Keywords:

Kelinci, mineral esensial, lama kebuntingan, mortalitas, bobot sapih

Abstract

Aplikasi mineral esensial berpengaruh terhadap peningkatan sistem metabolisme tubuh kelinci dan
akan meningkatkan produktivitasnya. Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh suplementasi mineral Na, Ca,
P dan Cl terhadap kinerja reproduksi kelinci (Oryctolagus cuniculus). Penelitian telah dilakukan di Kelompok
Tani Ternak Rehna Latersia, Berastagi selama bulan Juni -September 2012. Penelitian ini menggunakan 36
ekor kelinci (27 ekor betina dan 9 ekor jantan) dengan rancangan acak kelompok, terdiri atas tiga kelompok
yang dibedakan berdasarkan bobot badan kelinci. Ada tiga perlakuan yaitu T0 sebagai pakan kontrol, T1 pakan
bersifat asam (mengandung mineral P 0,5% dan Cl 0,5%) dan T2 pakan bersifat basa (mengandung mineral Na
0,5% dan Ca 0,75%). Parameter yang diamati adalah lama kebuntingan, mortalitas selama menyusui dan bobot
sapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi mineral pada ransum kelinci tidak berpengaruh
terhadap semua parameter. Rataan lama kebuntingan tertinggi pada perlakuan asam sebesar 31,55 hari. Rataan
mortalitas tertinggi pada perlakuan basa sebesar 21,03%. Rataan bobot sapih tertinggi yaitu 550,68 gr/ekor pada
perlakuan basa. Kesimpulan menunjukkan bahwa suplementasi mineral esensial (Na 0,5%), Ca (0,75%), P
(0,5%) dan Cl (0,5%) belum dapat mempercepat waktu kelahiran, mengurangi angka mortalitas selama
menyusui dan meningkatkan bobot sapih pada kelinci.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2013-05-10