PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA TIPE MONOCRYSTALLINE DENGAN MEMANFAATKAN ATAP GEDUNG SEBAGAI MEDIA PEMANTUL PANAS MATAHARI

Authors

  • Eko Julianto Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Ahmad Yunus Nasution Universitas Sumatera Utara
  • Ripandu Sasmeidy Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Fuazen Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Eko Sarwono Universitas Muhammadiyah Pontianak
  • Doddy Irawan Universitas Muhammadiyah Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.32734/dinamis.v10i1.9021

Keywords:

PLTS, panel surya, monocrystalline, matahari, LED, inverter, rooftop, battery, charger controller.

Abstract

Pada umumnya pemasangan panel surya berada di bagian paling atas (rooftop) dari sebuah bangunan atau gedung, yang permukaannya datar dan tidak ditutupi oleh langit-langit, sehingga pancaran sinar matahari tidak terhalangi. Dikawasan perkotaan khususnya di Kalimantan Barat, sebagian besar ruangnya dipenuhi dengan bangunan-bangunan besar, sehingga memiliki potensi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Desain pembangkit tenaga surya ini menggunakan empat bagian utama, bagian pertama yaitu solar panel Monocrystalline 110 wp untuk sumber utama dari energi matahari menjadi tegangan awal DC, bagian kedua yaitu charger controller sebagai pengatur arus dari panel pada battery atau penyimpanan daya dan ke beban yang dihasilkan dari solar panel tersebut, bagian ketiga yaitu inverter salah satu pengubah tegangan DC ke AC, serta bagian ke keempat yaitu beban untuk penerangan (lampu LED). Dari pengujian pada skripsi ini, penggunaan panel surya belum cukup efisien dan menghasilkan daya rata-rata pada cuaca cerah sebesar 75,03 Watt, sedangkan pada cuaca berawan sebesar 46,3 Watt. Dari segi ekonomis untuk menggantikan PLN.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2022-06-30

Issue

Section

Articles