Peran Dukungan Keluarga Sebagai Faktor Protektif Kesehatan Mental Mahasiswa Rantau Asal Nias di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
DOI:
https://doi.org/10.32734/jins.v5i1.26256Keywords:
Dukungan Keluarga, Faktor Protektif, Kesehatan Mental , MahasiswaAbstract
Mahasiswa perantau sering kali menghadapi tantangan adaptasi psikologis dan budaya yang signifikan di lingkungan baru, yang dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Dukungan keluarga dianggap sebagai salah satu faktor eksternal krusial yang berperan sebagai faktor protektif dalam memitigasi stresor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran dukungan keluarga sebagai faktor protektif kesehatan mental pada mahasiswa perantau asal Nias di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU). Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kesehatan mental (DASS-21). Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa menerima dukungan keluarga dalam kategori tinggi (71,8%) dan memiliki tingkat kesehatan mental yang baik (68,2%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kesehatan mental mahasiswa perantau (p = 0,000; r = 0,542). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi dukungan keluarga yang diterima, maka semakin kuat peranannya sebagai faktor protektif dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa perantau asal Nias. Disarankan kepada pihak fakultas untuk menyediakan program konseling atau edukasi kesehatan jiwa berkala guna mempertahankan kesehatan mental mahasiswa migran.
Downloads
References
Andini, A., dkk. (2020). Jurnal edukasi kesehatan jiwa remaja. Jurnal Eduasi Kesehatan Jiwa Remaja, 3(2), 45–52.
Dewi, R. (2021). Buku ajar keperawatan jiwa dan deteksi dini kesehatan mental. Salemba Medika.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan nasional riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Putra, A. (2015). Psikologi perkembangan remaja menurut perspektif Santrock. Jurnal Psikologi Perkembangan, 8(1), 12–25.
Rumra, P. (2021). Dampak penggunaan media sosial terhadap stres psikologis remaja. Jurnal Keperawatan Jiwa, 9(3), 110–118.
Susmiatin, T., & Sari, W. (2021). Deteksi dini gangguan mental emosional pada usia remaja. Jurnal Intervensi Kesehatan, 5(2), 88–95.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Intervensi Sosial

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





