Fenomena Informalitas dan Kebutuhan Ruang Studi Relasi Tempat Pedagang Kaki Lima dengan Tingkat Kepuasan Konsumen

Authors

  • Masita Hanjayani Program Studi Magister Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
  • Hanson E Kusuma Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur, SAPPK, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia
  • Allis Nurdini Kelompok Keahlian Perumahan dan Permukiman, SAPPK, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.32734/koridor.v14i1.8853

Keywords:

pedagang kaki lima, motivasi belanja, kepuasan tempat kunjungan

Abstract

Sebagai salah satu kegiatan di bidang sektor informal pedagang kaki lima atau yang selanjutnya disingkat PKL memiliki karakteristik tidak terikat dan non permanen. Mengingat maraknya minat konsumen berbelanja di tempat PKL, maka dalam perencanaan penataan kawasan PKL selain pada aspek kepentingan pedagang perlu juga melihat dari perspektif pembeli atau konsumen terkait tempat PKL seperti apa yang diminati sehingga dapat diketahui kebutuhan ruang yang perlu disiasati dalam penataan kawasan PKL. Penelitian ini menggunakan metode preferensi terungkap atau revealed preferences melalui dua tahapan penelitian yaitu tahap kualitatif dan tahap kuantitatif yang bersifat eksploratif dan pendekatan grounded theory. Dari hasil analisis ditemukan 5 faktor dimensi motivasi yang mempengaruhi minat konsumen dalam berbelanja di tempat PKL, diantaranya ialah faktor barang dan proses dagang kenyamanan dan keamanan interaksi sosial dan keterbiasaan lokasi tempat dan bisa menawar. Dimensi ini memiliki korelasi yang signifikan dengan tingkat kepuasan konsumen terhadap tempat PKL. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan aspek yang perlu diperhatikan dalam perancangan penanganan kawasan PKL.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2023-03-31

How to Cite

Hanjayani, M. ., Kusuma, H. E., & Nurdini, A. . (2023). Fenomena Informalitas dan Kebutuhan Ruang Studi Relasi Tempat Pedagang Kaki Lima dengan Tingkat Kepuasan Konsumen . Jurnal Koridor, 14(1), 01-09. https://doi.org/10.32734/koridor.v14i1.8853