Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Era Kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam Perspektif Amartya Sen
DOI:
https://doi.org/10.32734/politeia.v18i1.20855Keywords:
Amartya Sen, Kapabilitas, Kebebasan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo-GibranAbstract
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, makan bergizi gratis (MBG) dengan menggunakan teori kapabilitias dan keadilan Amartya Sen. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), di mana data-data dikumpulkan lewat studi kepustakaan dan kemudian dianalisis dengan metode interpretasi tematis. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kebijakan makan gratis memiliki tujuan mulia, dalam praktiknya terdapat risiko pereduksian kesejahteraan manusia hanya pada soal distribusi makanan, tanpa memperhatikan aspek pilihan, putusan, serta kemandirian individu. Lebih lanjut, program makan bergisi gratis berpotensi memperkuat ketergantungan masyarakat dan sekaligus mengabaikan penguatan struktur sosial-ekonomi yang seharusnya menopang kapabilitas jangka panjang. Karena itu, dengan menggunakan lensa pemikiran Amartya Sen, artikel ini menganjurkan agar program pemerintah, termasuk program makan bergisi gratis hendaknya berfokus bukan saja pada ketersediaan barang, tetapi juga pada perluasan kebebasan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang bernilai. Sebuah kebijakan termasuk makan bergizi gratis hendaknya menekankan pendekatan dari sekadar pemberian ke arah pemberdayaan yang berkelanjutan. Untuk itu, dengan berpijak pada pemikiran Sen, artikel ini juga memberikan beberapa rekomendasi kebijakan yang sedianya harus diprioritaskan oleh pemerintah, sebab alternatif itu dinilai lebih memperluas kapabilitas masyarakat.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Politeia: Jurnal Ilmu Politik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












