Analisis Kebijakan Penanaman Modal Asing dalam Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Badung
DOI:
https://doi.org/10.32734/politeia.v18i1.21204Keywords:
Badung, Bali, Kebijakan, Penanaman Modal AsingAbstract
Kabupaten Badung menghadapi paradoks dalam pertumbuhan ekonomi, di mana pesatnya pertumbuhan yang didorong oleh Penanaman Modal Asing (PMA) beriringan dengan risiko ketergantungan struktural. Data menunjukkan bahwa realisasi investasi untuk tahun 2024 mencapai Rp13,78 triliun, dengan PMA mendominasi sebesar 77,91 persen. Namun, dominasi PMA dalam sektor pariwisata serta konsentrasi investasi di Badung Selatan menciptakan sejumlah persoalan struktural, termasuk ketimpangan wilayah, kerentanan ekonomi terhadap guncangan luar, dan potensi ketergantungan pada modal asing. Penelitian sebelumnya umumnya fokus pada pengaruh PMA terhadap pertumbuhan ekonomi atau dampak lingkungan secara terpisah, sementara studi mengenai kebijakan PMA di tingkat lokal dari sudut pandang ekonomi politik pembangunan masih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kebijakan PMA dalam konteks pembangunan ekonomi di Kabupaten Badung dengan menerapkan Teori Negara Pembangunan dan Teori Ketergantungan. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian studi pustaka. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pemerintah daerah berperan aktif sebagai penghubung investasi melalui penyederhanaan proses perizinan dan pembentukan Badung Investment Service Center, tetapi belum maksimal dalam mengarahkan PMA untuk mendorong perubahan struktural dan pemerataan Pembangunan serta menunjukkan bahwa ada kecenderungan ketergantungan ekonomi yang tinggi pada sektor pariwisata yang tergantung pada PMA.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Politeia: Jurnal Ilmu Politik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












