Kritik Plato terhadap Demokrasi: Telaah Filosofis dan Relevansi Kontekstual
DOI:
https://doi.org/10.32734/politeia.v18i1.21331Keywords:
Demokrasi, Kepemimpinan Filosofis, Kritik Politik, Plato, PopulismeAbstract
Artikel ini mengkaji kritik filosofis Plato terhadap demokrasi sebagaimana tertuang dalam karya The Republic, dengan tujuan memahami relevansi kritik tersebut dalam konteks demokrasi modern. Kritik Plato sering dianggap sebagai serangan terhadap prinsip dasar demokrasi, terutama terkait kebebasan yang tidak terkendali, kepemimpinan yang tidak rasional, dan potensi degenerasi sistem menjadi tirani. Artikel ini menawarkan telaah terhadap pandangan Plato mengenai lima bentuk pemerintahan serta struktur ideal negara, yaitu kepemimpinan oleh filsuf yang memiliki pengetahuan dan kebijaksanaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka kualitatif dengan menganalisis teks primer The Republic serta literatur sekunder yang membahas dinamika demokrasi klasik dan kontemporer. Temuan artikel ini menunjukkan bahwa kekhawatiran Plato terhadap populisme, rendahnya literasi politik, dan dekadensi kebebasan tetap relevan dalam membaca tantangan demokrasi masa kini. Meskipun bersifat elitis, pemikiran Plato memberikan perspektif alternatif yang kritis terhadap kelemahan demokrasi, serta menawarkan konsep kepemimpinan berbasis akal dan kebajikan moral. Artikel ini berkontribusi pada diskusi filosofis kontemporer dengan mengajak pembaca untuk merefleksikan ulang fondasi demokrasi serta pentingnya memperkuat kualitas moral dan intelektual dalam kepemimpinan politik.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Politeia: Jurnal Ilmu Politik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












