Friksi Politik-Agama Dalam Kontestasi Elektoral Pilkada DKI Jakarta 2017-2022 : Studi Atas Pembentukan Jejaring Konstituen Anies-Sandi

Authors

  • Sofyan Sawri Universitas Airlangga

DOI:

https://doi.org/10.32734/politeia.v12i1.2883

Keywords:

Politik, Friksi, Jaringan, Pilkada DKI

Abstract

Studi ini mempelajari mengenai friksi politik dan agama dalam kontestasi pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017, pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta menjadi momentum politik nasional yang mendeskripsikan fenomena menarik. Mempelajari tentang kemengan Anies-Sandi pada dasarnya tidak bisa dilepaskan dari faktor agama. Adapun permasalahan yang diteliti dalam studi ini, yang pertama adalah friksi politik yang melibatkan isu Agama dan kelompok-kelompok Agama Islam yang membawa dampak signifikan terhadap proses pemenangan Anies-Sandi. Kemudian pembentukan simpul dan jaringan akibat dari rentetan demonstrasi politik identitas dan menjadikan superioritas identitas Agama dalam politik praktis. Teori untuk menganalisis permasalahan tersebut ada dua yaitu teori jaringan politik dan teori strategi politik. Metode penelitiannya adalah kualitatif dengan sifat penelitian yang berbentuk deskriptif-analisis dan data-data bersumber dari data primer dan sekunder. Dari analisis data terlihat bahwa temuan yang pertama adalah kemenangan Anies-Sandi disebabkan oleh friksi aktor politik yang dibentuk oleh jejaring Anies-Sandi dan menguatnya populisme Islam. Kedua, yaitu kampanye Anies-Sandi yang menawarkan kebijakan pro rakyat seperti program Oke Oce dan penolakan reklamasi serta penggusuran rumah rakyat dan berhasil membuat hati pemilih milenial dan masyarakat bawah lebih tertarik. Dan Kemenangan Anies-Sandi pada putaran kedua tidak bisa dilepaskan dari adanya limpahan suara dari pasangan nomor urut satu yaitu Agus-Silvi.

Published

2020-01-30