Pengetahuan Bidan Tentang Preeklamsia di Sumatera Utara

Authors

  • Dodoh Khodijah Jurusan Kebidanan, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Medan, Medan, Indonesia
  • Sarma Lumbanraja Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sumatera Utara, Medan, Indonesia

Keywords:

pengetahuan, bidan, preeklamsia

Abstract

Bidan memiliki peran penting dalam penanganan kasus kebidanan termasuk preeklamsia. Preeklamsia di Provinsi Sumatera Utara menyumbangkan 23,7% kematian ibu dan termasuk lima provinsi penyumbang AKI terbesar di Indonesia. Tenaga kesehatan pertama yang dikunjungi oleh ibu hamil adalah bidan. Pengetahuan bidan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan kebidanan dan menjadi daya ungkit menurunkan AKI. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi pengetahuan bidan tentang preeklamsia di Provinsi Sumatera Utara. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan survei. Sampel sebanyak 225 orang bidan yang bekerja di 88 kecamatan dari 28 Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian adalah bidan mempunyai pengetahuan baik tentang preeklamsia (59,1%). Bidan mampu mendefinisikan preeklamsia (91,2%), eklamsia (97,8%), tetapi tidak mampu membedakan hipertensi kronis (79,1%). Hanya sedikit bidan yang tidak memahami cara melakukan deteksi dini preeklamsia (4,9%) dan melakukan pengukuran tekanan darah (18,2%). Bidan tidak memahami penyebab preeklamsia (50,7%), kurang mampu mengidentifikasi faktor risiko dengan kejadian preeklamsia (13,8%-47,1%), kurang tepat dalam menegakkan diagnosa (44,0%), kurang mengetahui gejala (31,1%-40,0%) kurang paham tentang pencegahan preeklamsia (37,3%-90,7%), tetapi hampir seluruh responden (94,2%) memahami MgSO4 dalam mengatasi kejang eklamsia. Responden tidak mengetahui dampak preeklamsia terhadap terjadinya solusio plasenta (34,2%) dan penyakit jantung (43,1%). Kesimpulan penelitian adalah 59,1% bidan mempunyai pengetahuan baik tentang preeklamsia, meliputi definisi preeklamsia dan eklamsia, cara melakukan deteksi dini, cara mengukur tekanan darah, mendeteksi faktor risiko usia lebih 40 tahun dan ibu dengan riwayat preeklamsia, cara pemberian MgSO₄, dampak preeklamsia menyebabkan solusio plasenta dan preeklamsi tidak dapat bersalin secara Asuhan Persalinan Normal (APN).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2016). Profil Penduduk Indonesia Hasil Supas 2015. Jakarta

Cash, K. (1995). Benner and expertise in nursing: a critique. International Journal of Nursing Studies. https://doi.org/ 10.1016/0020-7489(95)00011-3

Fondjo, L. A., Boamah, V. E., Fierti, A., Gyesi, D., & Owiredu, E. W. (2019). Knowledge of preeclampsia and its associated factors among pregnant women: A possible link to reduce related adverse outcomes. BMC Pregnancy and Childbirth https://doi.org/10.1186/s12884 -019- 2623-x

Fox, R., Kitt, J., Leeson, P., Aye, C. Y. L., & Lewandowski, A. J. (2019). Preeclampsia: Risk Factors, Diagnosis, Management, and the Cardiovascular Impact on the Offspring. Journal of Clinical Medicine. https://doi.org/10. 3390/jcm8101625

Harvey, S. A., Ayabaca, P., Bucagu, M., Djibrina, S., Edson, W. N., Gbangbade, S., McCaw-Binns, A., & Burkhalter, B. R. (2004). Skilled birth attendant competence: An initial assessment in four countries, and implications for the Safe Motherhood movement. International Journal of Gynecology and Obstetrics. https://doi.org/10.1016/j.ijgo.2004.06.017

Indarti, J., & Prasetyo, S. (2019). Knowledge of Midwives as a Healthcare Provider About Hypertensive Disorders During Pregnancy. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology. https://doi. org/10.32771/inajog.v7i1.638

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 320 Tahun 2020 tentang Standar Profesi Bidan. Jakarta

Lin, T. H., & Su, Y. N. (2017). Early Screening and Prevention of Preeclampsia. Journal of Medical Ultrasound. https://doi.org/10.1016/j. jmu.2015.01.001

Notoatmodjo,S., (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Olaoye, T., Oyerinde, O. O., Elebuji, O. J., & Ologun, O. (2019). Knowledge, Perception and Management of Pre-eclampsia among Health Care Providers in a Maternity Hospital. International Journal of MCH and AIDS (IJMA). https://doi.org/10.21106/ijma.275

Ramavhoya, I. T., Maputle, M. S., Lebese, R. T., Ramathuba, D. U., & Netshikweta, L. M. (2019). Managing hypertensive disorders during pregnancy in low resource settings. Hypertension in Pregnancy. https://doi.org/10.1080/ 10641955.2019.1651333

Rana, S., Lemoine, E., Granger, J., & Karumanchi, S. A. (2019). Preeclampsia: Pathophysiology, Challenges, and Perspectives. Circulation Research, 124(7), 1094–1112. https://doi.org/10. 1161/CIRCRESAHA.118.313276

Roberge, S., Nicolaides, K. H., Demers, S., Villa, P., & Bujold, E. (2013). Prevention of perinatal death and adverse perinatal outcome using low-dose aspirin: A meta-analysis. Ultrasound in Obstetrics and Gynecology. https://doi.org/10.1002/uog. 12421

Stellenberg, E. L., & Ngwekazi, N. L. (2016). Knowledge of midwives about hypertensive disorders during pregnancy in primary healthcare. African Journal of Primary Health Care and Family Medicine. https://doi.org/10.4102/phcfm. v8i1.899

Yigzaw, T., Ayalew, F., Kim, Y. M., Gelagay, M., Dejene, D., Gibson, H., Teshome, A., Broerse, J., & Stekelenburg, J. (2015). How well does pre-service education prepare midwives for practice: Competence assessment of midwifery students at the point of graduation in Ethiopia. BMC Medical Education. https://doi.org/10.1186/s12909-015-0410 -6

Yulianti, E. (2013). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kinerja Bidan Puskesmas dalam Penanganan Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kabupaten Pontianak Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Bidan

Published

2021-03-31

How to Cite

Khodijah, D., & Lumbanraja, S. (2021). Pengetahuan Bidan Tentang Preeklamsia di Sumatera Utara. Tropical Public Health Journal, 1(1), 16-21. Retrieved from https://talenta.usu.ac.id/trophico/article/view/6046