Potensi Ekologi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pini, Nias Selatan

Potensi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD)

Authors

  • Ahmad Muhtadi Universitas Sumatera Utara
  • Khairunnisa Universitas Syiah Kuala
  • Mhd. Ridha Syafi'i Damanik Universitas Negeri Medan
  • Zufriwandi Siregar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara
  • Elisabet Rosevenny Simaremare Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara
  • Muhammad Riza Kurnia Lubis Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara
  • Azahirin Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara
  • Sri Masnita Br. Tarigan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara
  • Hasbi Husaini Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara
  • Lovedrian Ariston Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Dan Laut Padang

DOI:

https://doi.org/10.32734/jafs.v5i1.24280

Keywords:

Ekosistem pesisir, kawasan konservasi, Nias, pulau kecil

Abstract

Pulau Pini dan pulau-pulau kecil di sekitarnya merupakan wilayah pesisir yang memiliki ekosistem penting, seperti terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang berperan sebagai habitat utama berbagai sumber daya ikan dan penopang keanekaragaman hayati laut. Namun demikian, informasi ilmiah mengenai kondisi ekosistem serta tantangan pengelolaan kawasan konservasi di wilayah pulau-pulau kecil ini masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekologi, tantangan, serta arah pengelolaan kawasan konservasi di perairan Pulau Pini, Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2023 di Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Pulau Pini melalui pengamatan kondisi ekosistem mangrove, lamun, dan terumbu karang. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menilai status ekosistem pesisir, sedangkan identifikasi faktor internal dan eksternal pengelolaan kawasan konservasi dianalisis menggunakan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki potensi ekosistem pesisir yang signifikan dengan ditemukannya 7 spesies mangrove dan 6 spesies lamun. Persentase tutupan lamun berkisar antara 32,75%–61,50% yang menunjukkan kondisi ekosistem dari kategori kurang sehat hingga sehat. Kondisi terumbu karang tergolong kategori kurang dengan rata-rata tutupan karang hidup sebesar 38,35%, sedangkan mangrove berada pada kategori sedang dengan sebaran yang relatif terbatas. Zonasi kawasan konservasi terdiri atas zona inti, zona pemanfaatan terbatas, dan zona lain sesuai peruntukannya yang diarahkan untuk perlindungan ekosistem pesisir. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi Pulau Pini berada pada Kuadran I (strategi SO), yang menekankan pemanfaatan kekuatan ekosistem pesisir untuk memaksimalkan peluang pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perlindungan habitat, pemantauan ekosistem secara berkala, serta peningkatan partisipasi masyarakat merupakan strategi utama dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan di perairan Pulau Pin

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amkieltielda, & Wijonarno, A. (2015). Protokol Pemantauan Kesehatan Terumbu Karang di Kawasan Konservasi Perairan (Versi 2). WWF Indonesia.

Angkotasan, A. M., Bengen, D. G., Nurjaya, I. W., Zamani, N. P., Natih, N. M. N., & Zulfikar, A. (2023). Hard coral cover in the Halmahera waters: Spatial distribution and environmental factors. Regional Studies in Marine Science, 68, 103234. https://doi.org/10.1016/j.rsma.2023.103234

Darling, E. S., Graham, N. A. J., Januchowski-Hartley, F. A., Nash, K. L., Pratchett, M. S., & Wilson, S. K. (2017). Relationships between structural complexity, coral traits, and reef fish assemblages. Coral Reefs, 36(2), 561–575. https://doi.org/10.1007/s00338-017-1539-z

Dharmawan, I. W. E., Suyarso, Ulumuddin, Y. I., Prayudha, B., & Pramudji. (2020). Panduan Monitoring Struktur Komunitas Mangrove di Indonesia. PT Media Sains Nasional.

DKP Provsu. (2019). Rencana Pengelolaan dan Zonasi Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Taman Pulau Kecil (TPK) Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan .

DKP Provsu. (2021). Rencana Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (WP3K) Zona Pariwisata .

DKP Provsu. (2022). Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Di Wilayah Pulau Salah Nama, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara.

DKP Provsu. (2024). Rencana Zonasi Kawasan Konservasi Perairan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara.

DKP Provsu. (2025). Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan di Wilayah Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara.

Giessen, W., Wulffraat, S., Zieren, M., & Schoelten, L. (2012). A Field Guide of Indonesian Mangrove (3rd ed.). Wetlands International - Indonesia Programme.

Giyanto, Manuputty, .E.W, Abrar, M., Siringoringo, R. M., Suharti, S. R., Wibowo, K., I.N. Edrus, Arbi, U. Y., Cappenberg, H. A. W., Sihaloho, H. F., Tuti, Y., & Anita, D. Z. (2014). Panduan Monitoring Kesehatan Terumbu Karang: Terumbu Karang, Ikan Karang, dan Megabenthos. Coral Reef Information and Training Center (CRITC) Coral Reef Rehabilitation and Management Program (COREMAP) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Harahap, Z. A., Bengen, D. G., Nurjaya, I. W., Agus, S. B., & Naulita, Y. (2025). Community structure and diversity of coral reefs in Tapanuli Tengah marine protected area, Indonesia. Ecological Engineering & Environmental Technology, 26(10), 231–242. https://doi.org/10.12912/27197050/210933

Harahap, Z. A., Bengen, D. G., Nurjaya, I. W., Agus, S. B., Naulita, Y., & Siringoringo, R. M. (2025). The role of marine protected areas in enhancing coral cover and reef fish communities. Global Journal of Environmental Science and Management, 11(3), 963–982. https://doi.org/10.22034/GJESM.2025.03.06

Keputusan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 58 Tahun 2024 Tentang Kawasan Konservasi Di Perairan Di Wilayah Pulau Pini Provinsi Sumatera Utara, Pub. L. No. 58, Kawasan Konservasi di Perairan di Wilayah Pulau Pini Provinsi Sumatera Utara 1 (2024).

Khairunnisa, Dewinta, A. F., & Siregar, R. F. (2022). Status of seagrass ecosystem in Pane Island, North Sumatera. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 977(1), 012119. https://doi.org/10.1088/1755-1315/977/1/012119

Khairunnisa, K., Rangkuti, A. M., Siregar, Z., Simaremare, E. R., & Lubis, M. R. K. (2023). Struktur Komunitas Lamun Pada Pulau Sarangbaung, Kabupaten Nias Utara. Jurnal Kemaritiman: Indonesian Journal of Maritime, 4(1), 1–8. https://doi.org/10.17509/ijom.v4i1.59136

Khairunnisa, Setyobudiandi, I., & Boer, M. (2021). Seagrass distribution in the east coast of Bintan. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 782(4), 042001. https://doi.org/10.1088/1755-1315/782/4/042001

Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang , Pub. L. No. 4, Kepmen LH 1 (2001).

Muhtadi, A., Harahap, Z. A., Pulungan, A., Siregar, Z., Simaremare, E. R., Rahmawati, A., Nazara, W., & Khairunnisa. (2023). Distribution and ecological status of mangroves in the Nias Islands-North Sumatra Province. AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences, 2(2), 60–72. https://doi.org/10.32734/jafs.v2i2.12757

Muhtadi, A., Muhtadi, A., Harahap, Z. A., Pulungan, A., Nurmatias, N., Lubis, P., Siregar, Z., Ompusunggu, R. Y., & Aulia, F. (2020). Status dan sebaran mangrove di kawasan konservasi Taman Pulau Kecil, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Depik, 9(2), 200–209. https://doi.org/10.13170/depik.9.2.15065

Muhtadi, A., Siregar, R. H., Leidonald, R., & Harahap, Z. A. (2016). Status ekologis mangrove Pulau Sembilan, Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara (Ecological status of mangrove of Sembilan Island, Langkat Regency, North Sumatra Province). DEPIK, 5(3). https://doi.org/10.13170/depik.5.3.5656

Pedoman Penentuan Status Mutu Air, 1 (2003).

Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Provinsi Sumatera Utara, Pub. L. No. 188.44/629, SK Gubsu (2017).

Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Nomor 31/PERMEN-KP/2020 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi, Pub. L. No. 31, Kementerian Kelautan dan Perikanan (2020).

Perda. (2019). Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Sumatera Utara Tahun 2019-2039 (49; p. 251).

Rahmawati, S., Irawan, A., Supriyadi, Hi. H., & Azkab, M. husni. (2014). Panduan Monitoring Padang Lamun. LIPI Press.

Rahmawati, S., Irawan, A., Supriyadi, I. H., & Azkab, M. H. (2017). Panduan Pemantauan Penilaian Kondisi Padang Lamun. COREMAP CTI LIPI .

Rangkuti, A. M., Cordova, M. R., Rahmawati, A., Yulma, & Adim, H. E. (2017). Ekosistem pesisir dan laut Indonesia (S. B. Hastuti, Ed.; 1st ed.). PT.Bumi Aksara.

YKI. (2024). Rencana Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan di Wilayah Sawo Lahewa Provinsi Sumatera Utara.

Downloads

Published

2026-04-21

How to Cite

Muhtadi, A., Khairunnisa, Damanik, M. R. S., Siregar, Z., Simaremare, E. R., Lubis, M. R. K., … Ariston, L. (2026). Potensi Ekologi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pini, Nias Selatan: Potensi dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) . AQUACOASTMARINE: Journal of Aquatic and Fisheries Sciences , 5(1), 48–64. https://doi.org/10.32734/jafs.v5i1.24280