Integrasi Badan SAR Nasional, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Pemadam Kebakaran dalam Model Satu Kementerian Terpusat
DOI:
https://doi.org/10.32734/ljsp.v5i1.24355Keywords:
penanggulangan bencana, tata kelola bencana, integrasi kelembagaan, ketahanan bencana, Kementerian Siaga BencanaAbstract
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan posisi geografis yang rentan, memiliki tingkat risiko bencana alam yang sangat tinggi, dibuktikan oleh serangkaian bencana destruktif sepanjang sejarah. Saat ini, penanganan bencana di Indonesia dilakukan secara parsial oleh lembaga-lembaga terpisah (BNPB, Basarnas, dan Pemadam Kebakaran yang mengakibatkan sistem yang tidak terintegrasi dan menghadapi hambatan birokrasi, ego sektoral, serta tumpang tindih kewenangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kendala kelembagaan yang ada dan merancang model integrasi kelembagaan yang lebih efektif dan efisien dalam penanggulangan bencana di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Temuan menunjukkan bahwa sentralisasi fungsi penanggulangan bencana adalah solusi yang efektif sebagaimana dibuktikan oleh keberhasilan negara-negara yang telah membentuk kementerian terpusat Penelitian merekomendasikan reformasi kelembagaan fundamental melalui pembentukan Kementerian Siaga Bencana sebagai wadah tunggal. Model ini dirancang untuk mewujudkan "Segitiga Ketahanan Bencana", yang mengintegrasikan secara penuh empat fase manajemen bencana mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Langgas: Jurnal Studi Pembangunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






