Berkarya Tak Mengenal Keterbatasan: Strategi Brand Dama Kara dalam Memberdayakan Penyandang Disabilitas melalui Program Kelas Gambar
DOI:
https://doi.org/10.32734/ljsp.v5i2.24691Keywords:
pemberdayaan, penyandang disabilitas, ekonomi inklusif, industri kreatifAbstract
Penelitian ini menganalisis strategi pemberdayaan penyandang disabilitas dalam upaya mewujudkan ekonomi inklusif pada brand fesyen Dama Kara di Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, diskusi kelompok terfokus dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan teori pemberdayaan Zimmerman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dama Kara berhasil mentransformasi model pemberdayaan dari sekadar bantuan sosial menjadi pengembangan kapasitas melalui Program Kelas Gambar berbasis terapi seni yang terintegrasi dengan sistem produksi perusahaan. Praktik ini terbukti meningkatkan dimensi pemberdayaan personal berupa rasa percaya diri peserta didik dan memberikan akses ekonomi berkelanjutan melalui sistem royalti karya. Namun, penelitian ini juga menemukan hambatan berupa tingginya ketergantungan orang tua yang dipicu oleh kecemasan terhadap masa depan anaknya serta heterogenitas kemampuan individu yang menantang capaian behavioral empowerment. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan ekonomi inklusif terletak pada keseimbangan antara dukungan emosional, personalisasi pembelajaran dan integrasi karya ke dalam ekosistem pasar yang berkelanjutan.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Langgas: Jurnal Studi Pembangunan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








