Editorial Policies

Focus and Scope

Jurnal Teknik Kimia USU merupakan jurnal elektronik yang mempublikasikan karya ilmiah di bidang teknik kimia yang diterbitkan oleh Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Jurnal ini tidak terbatas pada mahasiswa dan dosen Universitas Sumatera Utara, tetapi terbuka untuk mahasiswa, dosen dan peneliti dari instansi lain. 

Section Policies

Articles
Open Submissions Indexed Peer Reviewed

Publication Frequency

Jurnal Teknik Kimia USU sejak Tahun 2018 menerbitkan 2 (dua) nomor setiap tahun, yaitu di bulan Maret dan September.

Commencement of publication: Maret 2012

Peer Review Process

Artikel yang dikirimkan ke jurnal ini akan melewati 2 tahap review, yaitu pra-penelaahan (pre-review) dan penelaahan (review) substansi.

Pra-penelaahan artikel dilakukan oleh tim penyunting (editor) untuk melihat kesesuaian artikel dengan fokus dan ruang lingkup jurnal serta gaya selingkung. Lama waktu Pra-penelaahan antara 1-2 minggu.

Penelaahan substansi dilakukan oleh setidaknya 1 orang mitra bestari (penelaah / reviewer) secara single-blind. Lama waktu review antara 2-4 minggu. Jika dikehendaki, reviewer dapat meminta review ulang setelah penulis merevisi artikelnya.

Keputusan diterima tidaknya artikel untuk diterbitkan menjadi kewenangan Ketua Editor berdasarkan rekomendasi dari para reviewer. Artikel yang telah dinyatakan diterima dan telah di-layout akan diterbitkan dalam nomor In Progress di nomor berikutnya sebelum nomor regular terbit sesuai jadwal agar segera dapat di-index dan citable.

Artikel-artikel yang dipublikasikan di Jurnal Teknik Kimia USU direview terlebih dahulu oleh Mitra Bebestari (Reviewer) sebelum diterbitkan. Keputusan diterima atau tidaknya suatu naskah artikel dibuat oleh Ketua Penyunting dalam forum Sidang Dewan Penyunting berdasarkan atas rekomendasi atau komentar-komentar dari Mitra Bebestari (Reviewer).

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.