Mikroenkapsulasi Kombinasi Curcumin pada Kunyit (Curcuma Longa) dan Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG) pada Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis): Inovasi Terapi Pencegahan Diabetik Retinopati pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2

Authors

  • Hans Andre Hamonangan Simorangkir

DOI:

https://doi.org/10.32734/scripta.v1i2.1234

Keywords:

Curcumin, DM Tipe 2, EGCC, Mikroenkapsulasi, Retinopati Diabetik, Diabetic Retinopathy, Microencapsulation

Abstract

ABSTRAK

Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes mellitus tipe 2 (DM Tipe 2) yang menjadi penyebab utama kebutaan pada orang dewasa. Penderita DM Tipe 2 berisiko 25 kali lebih mudah mengalami kebutaan dibanding nondiabetes. Minimnya pengetahuan pasien mengenai gejala, tidak adekuatnya pelayan kesehatan, dan masalah ekonomi merupakan faktor yang menyebabkan sulitnya penanganan retinopati diabetik. Kombinasi curcumin pada kunyit dan epigallocatechin-3-gallate (EGCC) pada daun teh hijau memiliki keunggulan sebagai terapi pencegahan diabetik retinopati. Curcumin adalah komponen utama kunyit, senyawa polifenol golongan flavonoid ini memiliki beragam khasiat sebagai antiinflamasi, antioxidant, antiangiogenik, dan antiproliferatif. EGCG merupakan komponen paling aktif yang ditemukan pada teh hijau dan memiliki efek antioxidant paling kuat. Senyawa aktif yang ada pada kedua tumbuhan tersebut memilki efek yang spesifik dalam mencegah terjadinya diabetik retinopati. Beberapa mekanisme berlangsung dalam tingkat sel sehingga efek yang diperoleh lebih efisien. Senyawa aktif curcumin dan EGCG merupakan senyawa alami yang berasal dari tanaman sehingga tidak akan menimbulkan efek samping pada dosis normal. Penggunaan metode mikroenkapsulasi dalam mengemas ekstak kunyit dan daun teh hijau akan membantu efektivitas kerja masing –masing zat aktif yang terkandung di dalam kedua tumbuhan tersebut. Zat aktif tersebut nantinya akan dikemas dalam bentuk butiran kecil yang penggunaannya dapat dikonsumsi langsung oleh penderita diabetes melitus tipe 2 sebagai terapi pencegahan diabetik retinopati.

Kata Kunci: Curcumin, DM Tipe 2, EGCC, Mikroenkapsulasi, Retinopati Diabetik

 

ABSTRACT

Diabetic retinopathy is a microvascular complication of type 2 diabetes mellitus (DM type 2) which is a major cause of blindness in adults. Patients with Type 2 diabetes are 25 times more likely to replace blindness than non-diabetics. The lack of patient knowledge about the symptom, inadequate health services, and economic problems are factors that cause difficulties in handling diabetic retinopathy. The combination of curcumin in turmeric and epigallocatechin-3-gallate (EGCC) on green tea leaves has an advantage as a preventative therapy for diabetic retinopathy. Curcumin is the main component of turmeric, the polyphenol compound of the flavonoid group has a variety of properties as anti-inflammatory, antioxidant, antiangiogenic, and antiproliferative. EGCG is the most active component found in green tea leaves and has the strongest antioxidant effect. The active compounds in both plants have specific effects on the use of diabetic retinopathy. Some of the ongoing results at the cellular level produced are obtained more efficiently. The active compound curcumin and EGCG are natural compositions needed from plants so that they will not cause side effects at normal doses. The use of microencapsulation method in packaging turmeric extract and green leaves will help each of them - support the active substances contained in both plants. This active substance will be packaged in small granules that can be used directly by people with type 2 diabetes mellitus as a preventative therapy for diabetic retinopathy.

Keywords: Curcumin, Diabetic Retinopathy, DM Type 2, EGCC, Microencapsulation.

Published

2020-02-01

How to Cite

Simorangkir, H. A. H. (2020). Mikroenkapsulasi Kombinasi Curcumin pada Kunyit (Curcuma Longa) dan Epigallocatechin-3-Gallate (EGCG) pada Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis): Inovasi Terapi Pencegahan Diabetik Retinopati pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal, 1(2), 11. https://doi.org/10.32734/scripta.v1i2.1234