Persepsi Pengguna Jalan Tol Belmera terhadap Kualitas Infrastruktur dan Sistem Pembayaran: Analisis Berdasarkan Dimensi Kualitas Pelayanan
DOI:
https://doi.org/10.32734/sajjana.v3i02.24768Keywords:
Kualitas Pelayanan, Jalan Tol, Infrastruktur Publik, Sistem Pembayaran Elektronik, Persepsi PenggunaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap kualitas infrastruktur dan sistem pembayaran Jalan Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) berdasarkan dimensi kualitas pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri atas pengguna kendaraan pribadi, sopir angkutan umum, sopir logistik, serta pihak pengelola jalan tol. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan kerangka teori kualitas pelayanan Grönroos yang membedakan antara kualitas teknis (technical quality) dan kualitas fungsional (functional quality). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kualitas pelayanan Tol Belmera dinilai cukup baik, namun belum sepenuhnya optimal. Pada dimensi kualitas teknis, pengguna menilai kondisi jalan layak dan fungsional, tetapi masih terdapat titik-titik bergelombang, penerangan yang tidak merata, serta genangan air saat hujan yang memengaruhi persepsi kenyamanan dan keselamatan. Pada dimensi kualitas fungsional, sistem pembayaran elektronik (e-toll) dinilai efektif dalam mempercepat transaksi, namun gangguan teknis seperti kartu tidak terbaca dan keterlambatan respons petugas menurunkan konsistensi kualitas pelayanan. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan moderat antara pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) secara administratif dengan pengalaman aktual pengguna. Secara teoritik, penelitian ini menegaskan bahwa evaluasi pelayanan publik berbasis infrastruktur perlu mempertimbangkan integrasi antara kualitas teknis dan kualitas fungsional. Secara implikatif, pengelola jalan tol perlu memperkuat pemeliharaan infrastruktur jangka panjang, meningkatkan stabilitas sistem pembayaran elektronik, serta mengoptimalkan responsivitas pelayanan guna menciptakan nilai publik yang berkelanjutan.
Downloads
References
Denhardt, R. B., & Denhardt, J. V. (2003). The new public service: Serving, not steering. M.E. Sharpe.
Grönroos, C. (1984). A service quality model and its marketing implications. European Journal of Marketing, 18(4), 36–44.
Hidayat, M., Surya, A., & Fitri, W. (2019). Evaluasi kualitas layanan jalan tol berdasarkan persepsi pengguna. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan.
Hood, C. (1991). A public management for all seasons? Public Administration, 69(1), 3–19.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis (3rd ed.). Sage.
Oliver, R. L. (1980). A cognitive model of the antecedents and consequences of satisfaction decisions. Journal of Marketing Research, 17(4), 460–469.
Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.
Putra, H., & Pratiwi, S. (2020). Analisis tingkat kepuasan pengguna jalan tol terhadap kondisi fisik jalan. Jurnal Transportasi dan Infrastruktur.
Sihombing, D. R. (2020). Evaluasi layanan transaksi elektronik jalan tol berbasis e-toll. Jurnal Administrasi Publik.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.
Peraturan Menteri PUPR Nomor 16/PRT/M/2014 tentang Standar Pelayanan Minimum Jalan Tol.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SAJJANA: Public Administration Review

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



